Skip to main content

Posts

Sepenggal Kemunafikan Dalam Bingkai Jurnalisme

Jurnalis mungkin boleh dianggap sebagai dewa, pahlawan pembela kebenaran, dan juga sebaliknya sebagai pecundang. Dianggap sebagai dewa jika jurnalis selalu melebur, dan atau dekat dengan kejujuran, bersifat independent, dan yang terpenting menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menyajikan informasi. Independensi menjadi poin utama bagi jurnalis karena menyangkut kepercayaan publik. Namun, fakta berkata lain karena sejumlah oknum jurnalis lupa akan kitab suci jurnalisme. Perilaku seperti ini merupakan bentuk penghianatan terhadap publik karena meleburkan kejujuran, kemunafikan, dan kebohongan hanya untuk mengejar keuntungan semata.

Suku Betawi Yang Tersingkir dari Ibu Kota

Jakarta, lebih dekat dengan suku Betawi, karena mereka mengkalim dirinya sebagai suku asli. Sekitar pukul 07 pagi, saya bertemu dengan salah seorang tukang ojek yang mangkal di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tidak jauh dari kantor TEMPO. Mansyur, nama tukang ojek ini dan mengaku orang Betawi tulen. Pagi itu, saya ditugaskan untuk meliput acara Menteri Kelautan dan Perikanan, oleh Redaktur Ekonomi dan Bisnis, harian TEMPO. Karena saya baru di Jakarta, tentu saya bingung dimana alamat kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut.

Berjuang Dengan Rambut Kribonya.

Pernakah kalian melihat sarang burung tampuo (tempua)???. Begitulah model rambut La Ege, aktifis Jaringan kerja kebudayaan rakyat (Jaker) Sulawesi Selatan. Pagi tadi (Jumat 13 Desember 2012), saya ketemu dia di Pom Bensin Tamalanrea, tepatnya depan Universitas Hasanuddin Makassar. Ia sedang mengisi bensin motor Vespanya yang tidak kalah uniknya dengan rambutnya.

Jaksa Wisnu Ngumpet

Bapak lagi sibuk, tidak bisa diganggu. Begitu kata salah satu pegawai Wisnu Baroto,Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Kamis, 13 Januari. Ucapan ini terlontar ketika saya memperkenalkan diri dan meminta izin untuk mewawancarai Wisnu. "Bu saya dari jurnalis TEMPO, saya ingin wawancara dengan pak Wisnu," kataku.

Pemerintah Dinilai Tidak Berkomitmen Dalam Penetapan Upah Minimum

JAKARTA—Dewan pengupahan meyangkan para gubernur di seluruh wilayah Indonesia yang tidak melaksanakan kewenangannya dalam menentukan upah minimum propinsi dan upah minimum daerah/kota.   Sebab, gubernur dalam menetapkan upah minimum tidaklah didasarkan pada ketentuan pasal 4 ayat 1, jo pasal 8 ayat 1, peraturan menteri tenaga kerja nomor PER-01/MEN/1999 tentang upah minimum sebagaimana telah diubah   dengan peraturan menteri tenaga kerja nomor KEP-226/MEN/2000. “Mestinya gubernur menetapkan upah minimum berdasarkan usulan dari komisi penelitian pengupahan dan jaminan sosial dewan ketenagakerjaan daerah atau dikenal dengan dewan pengupahan,” kata dewan pengupahan melalui rilisnya, Senin (14/11) di Apindo, Jakrta.

Kekejaman Reinkarnasi Ospek

Awal bulan Oktober 2011 lalu jutaan mahasiswa baru (Maba) yang masuk di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta deg-degan. Perasaan tak nyaman itu bukan karena baru pertama kali menginjakkan kakinya dalam dunia kampus. Tapi takut bertemu dengan calon senior yang ada di fakultasnya masing-masing. Belum hilang dari ingatan tentang kekejaman sang senior terhadap mahasiswa baru. Kekerasan yang kerap dilakukan oleh senior ini dikemas dalam bentuk kegiatan orientasi pengenalan kampus (Ospek). Para maba ini bakal diperhadapkan dengan beragam karakter senior-seniornya. Mulai dari senior yang berkarakter lembut, setengah keras, dan keras sekali. Di mata senior, para maba ini seprti mangsa paling lezat untuk disantap. Tak jarang aksi semena-mena senior terhadap juniornya diberitakan atau dipertontokan melalui media. "Ada lagi mahasiswa baru yang tewas atau cedera dianiaya oleh seniornya." Begitu kira-kira yang pernah diberitakan sebelum-sebelumnya.

Wartawan dan Amplop

Sedikit pun tak ada kesamaan makna dalam kata wartawan dan Amplop. Keduanya memiliki makna tersendiri yakni wartawan secara umum bisa dimaknai dengan seorang yang melakukan kerja jurnalistik dengan menuliskan secara teratur sebuah peristiwa. Tentu saja untuk mendapatkan informasi tersebut harus melibatkan berbagai pihak, misalnya masyarakat sipil, politisi, aparat hukum, dan pihak lain yang mengetahui pokok peristiwa tersebut. Biasanya, mereka yang mengetahui secara spesifik peristiwa tersebut dijadikan sebagai narasumber. Sumber berita atau informasi dapat dipublikasi melalui media massa, seperti televisi, koran, radio, majalah, dan media lainya yang dapat diakses oleh masyarakat. Berbagai metode yang digunakan para buruh pulpen ini untuk mendapatkan berita. Misalnya dengan cara investigasi, mendatangi kantor-kantor, dan mengamati secara langsung peristiwa yang terjadi. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporan secara objektif dan tidak memiliki pandangan subjektif ...