Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Puisi

“Kerinduan”

Ia tetap abadi. Selalu hidup sepanjang zaman—juga di alam Bakah nan abadi. Hidup tak berarti selamanya nyata--hanya bisa dilihat; disaksikan oleh dua bola mata Manusia. Bahkan tak ada mati sesungguhnya. Melainkan sebuah perjalanan panjang menuju ke alam yang kekal—sebuah alam tempat berpulangnya semua yang hidup, yang bernyawa. Itulah alam sang Khalik. Dia perempuan yang aku cintai, juga saudara-saudaraku, terutama ayahku. Keluarga besarku, dan para kerabat, juga mencintainya. Dia lah perempuan yang kami rindukan, yang mereka rindukan. Ibu kami tercinta; kini engkau telah pergi dan tak mungkin kembali lagi. Engkau tak mati—selalu hidup, hidup bersama kami, bersama orang-orang yang menyayangimu. Kematian menjadi momen yang mengangumkan bagimu, tetapi tidak benar-benar istimewa bagi yang ditinggalkan di dunia. Isak tangis, sedih membelenggu hingga di jiwa seolah tak merelakan kepergianmu.  “Kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan di dunia Hingga pada waktunya, saya, dia,...

Kata Sayang Menyakitimu

Mengenalmu bukan untuk menyakitimu, tapi menyayangimu. Ingin ku ucapkan sejuta kata sayang saat kau dihadapanku. Karena aq tahu kau menginginkanya. Aq tahu menyayangimu tidak cukup dengan ucapan sayang, tapi juga memahamimu agar kau selalu aman disisiku. Diluar sana kata sayang bertebaran bagai barang dagangan. Tapi harus kau tahu sayang itu bukan dagangan, tapi rasa. Aq yakin mereka tak paham makna sayang. Karena dengan mudah diucapakan. Tak pandang usia muda, tua "kata sayang" seperti jurus ampuh buat dekati perempuan.