Asrun, sukses mengakhiri masa jabatannya sebagai Wali Kota Kendari dua (2) Periode. Ia berakhir dengan beragam cibiran ada juga yang menyanjung hingga pro dan kontra ihwal keberhasilannya menahkodai Kota Kendari 10 tahun. Tapi, begitulah konsekuensi menjadi pejabat publik yang seyogianya lapang dada menerimanya. Sebab menjadi pemimpin itu adalah sasaran para kritikus yang memiliki niat baik untuk mencegah pemimpinya dari prilaku mungkar. Kira-kira begitu yang dialami Asrun akhir-akhir ini yang dianggap gagal memimpin Kota Kendari selama dua periode. Opini ini bukan tanpa dasar mengisi ruang publik; sosial media hingga menjadi trending topik dalam diskusi menarik di grup facebook dan Kedai Kopi. Poin penting yang dianggap gagal memimpin Kota Kendari dua periode adalah bobroknya perencanaan tata ruang kota yang mengakibatkan Kota Kendari menjadi langganan bencana banjir setiap kali musim penghujan. Ia juga dianggap gagal meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berakibat ...