Skip to main content

“BLSM” Bantuan atau Bencana?


Maaf, tak bisa diwakili penerimaan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), karena aturannya memang begitu. Kami hanya sebagai bawahan yang melaksanakan tugas dari atasan dengan patuh dan disiplin. Seorang ibu yang datang ke kantor pos untuk mengambil jatah BLSM nya, sekaligus ia juga mewakili orang tua kandungnya yang sudah lanjut usia yang juga memiliki jatah BLSM. Namun, sial, saat menunjukan KTP si Lansia tersebut ditolak oleh petugas penyaluran BLSM dengan alasan tidak boleh diwakilkan, yang bersangkutan harus datang sendiri.

Dengan perasaan kecewa ibu ini bergegas pulang ke rumahnya. Ia pun membawa perempuan yang usianya sudah diujung senja tersebut ke kantor pos dengan langkah kaki yang sudah tertatih-tatih. Hanya karena uang Rp 150 ribu, ratuasan lansia, bahkan ribuan berjuang menormalkan langkah kakinya ke kantor pos. Saya menganggap hal ini seperti bencana bagi masyarakat miskin. Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang bantuan sementara tersebut, tetapi dilain sisi pemerintah tidak percaya dengan masyarakat yang dibantunya.


Barangkali hal ini tepat jika disebut “BLSM Bantuan atau Bencana?”. Bukan hanya persoalan tidak bisanya diwakili dalam penerimaan BLSM ini, tetapi penyalurannya juga masih amburadul. Selain itu, tentu saja data masyarakat miskin yang sangat rentan dengan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Fakta bahwa banyaknya penerima BLSM yang tergolong mampu yaitu orang yang punya rumah bagus, punya kendaraan terdaftar sebagai penerima bantuan. Ini lah sebabnya BLSM ini tidak bedahnya dengan proyek bagi para politisi yang berkepentingan di 2014. 

Presiden SBY mengeluarkan kebijakan BLSM  ini dengan dalil sebagai pengganti subsidi BBM yang dinaikan oleh pemerintah. BLSM ini berlaku hanya tiga bulan, setelah itu apalagi….?. Apalagi saat ini SBY harus berjuang menaikkan elektabilitas Partai Demokrat yang terpuruk karena kasus korupsi yang menjerat kadernya. BLSM boleh jadi salah satu strategi untuk menarik simpatik masyarakat dalam mendongkrat elektabilitas partai tersebut. Bahkan, media secara jelas memberitakan ada beberapa elit yang mengambil keuntungan dari BLSM ini.

Saya menganggap bahwa BLSM ini sebagai bentuk suap terhadap rakyat miskin untuk kepentingan tertentu. Kenapa suap? Karena SBY telah menggunakan uang Negara dalam kegiatan yang tidak produktif atau tidak berimplikasi positif terhadap ekonomi kerakyatan. Uang yang mencapai triliunan rupiah ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sector ril, penguatan home industry/usaha kecil. Jika program ini dianggap sudah dilakukan oleh pemerintah, menurut saya bahwa pengembangan usaha kecil selama ini tidak maksimal. Sebab, masyarakat diperhadapkan dengan pinjaman modal dengan suku bunga yang relative tinggi. Jadi, masyarakat enggan terbebani dengan utang Bank.

BLSM oh BLSM. Program ini seperti racun dunia yang membuat masyarakat miskin menjadi malas untuk bekerja, juga BLSM ini menjadi ajang bagi-bagi rezky oleh masyarakat yang tergolong tidak miskin karena nama mereka terdaftar sebagai penerima. Tapi baiklah…ini semua sudah terjadi. Masyarakat harus sadar bahwa dengan uang Rp 150 ribu tersebut tidak akan dapat merubah hidup Anda. Kita semua harus meminta kepada Negara agar dana BLSM ini harus dikelola dalam bentuk lain, seperti ruang usaha. Dan juga Negara harus segera menyita harta para koruptor yang ada di kader PARTAI DEMOKRAT, PKS, GOLKAR, dan Partai lain yang turut menikmati uang hasil korupsi. 

Tidak ada alasan bagi Negara untuk melindungi koruptor karena telah merusak moral bangsa ini. Kemiskinan sulit diatasi karena uang Negara hamper separuhnya dirampok oleh mereka. Nenek 80 tahun pun hari ini merasakan betapa kejamnya negeri yang korup ini. Hanya untuk menerima BLSM saja harus susah payah. Tidak bisa diwakili, begitulah derita bagi para Lansia. Negeri ini tidak lagi percaya kepada orang-orang yang bersih….tetapi terkesan percaya kepada koruptor. Sebab koruptor mampu mengatur segalanya.

Semoga bangsa ini tidak lagi member bantuan yang tidak produktif ini, tetapi harus segera membenahi dengan membuka ruang produksi sebesar-besarnya. Kesejateraan rakyat lebih utama,lebih penting dari kekuasaan. Karena hanya bangsa yang sejahtera nama pengusa diakui dimata dunia.

Comments

Ridwan Ansyori said…
Benar yang anda katakan, BLSM tak lebih hanya sekedar suap yang diperhalus. Namun mudah-mudahan saja apa yang kita sangkakan tidaklah benar adanya.
Wassalam

Popular posts from this blog

Penerimaan Pendamping Desa 2017

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Jl. TMP Kalibata No. 17 Jakarta Selatan 12740, Telp. 021-7989924 Fax. 021-7974488 Sumber: www.kemendesa.go.id PANDUAN TEKNIS  REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL DALAM RANGKA PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA TAHUN ANGGARAN 2017 I. LATAR BELAKANG Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015 – 2019 mengamanatkan bahwa percepatan pembangunan desa akan dilaksanakan melalui implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam rangka menjalankan urusan di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa maka dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 12 tentang Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi yang mengamanatkan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut. Sebagai tindak lanjut dari amanat tersebut, maka Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi ak...

Sajak Ini Untuk Jokowi

tulisan ini menjadi hak Penaaktual.com Di hadapan yang mulia ia melantunkan doa, bait-bait itu menyusuri hening, menerobos dinding jiwa nan gundah. Indonesia merdeka-72 tahun bumi pertiwi lepas dari belenggu kolonialisme adalah seuntai kalimat dalam doa suci Tifatul Sembiring memecah gendang telinga yang mulia Presiden, menyusuri relung hati yang sedang menyapa Tuhan, lalu gaduh. Tifatul tetap melantun-memohon berkah sang khalik agar Indonesia baik-baik saja, juga permohonan agar Jokowi bisa segera gemuk dari postur yang kurus. Adalah lantunan doa yang mungkin membingungkan Tuhan karena Dia maha mengetahui atas ketulusan hambanya dalam memohon berkah. Allah maha besar, kepadaMu lah sumber kebenaran, engkau pulah lah yang mengetahui doa Tifatul yang mungkin ia sedang menghina Jokowi berbalut doa suci itu. Ampunilah dosanya jika hatinya menyimpan kebencian terhadap Presiden Jokowi. Dan ini adalah dugaan  hinaan kedua setelah Muhammad Syafii. Di hadapan hadirin-yang terhormat ju...

Eksotis, Misteri Fosil Paus Mengukir Peradaban Tokotu'a

Benar-benar memukau. Nyaris saja tak menemukan kata untuk melukiskan eksotisme fosil ikan Paus dalam museum itu. Struktur rangka tulang belulangnya masih tersusun rapih dengan panjang mencapi 20 meter dan lebar 3 meter. Sungguh menakjubkan tatkala kita membayangkan  ikan raksasa itu disaksikan secara langsung sewaktu masih hidup. Mungkin Paus adalah Raja dalam spesies ikan. Selain itu, Paus adalah pembunuh dan menjadi predator ganas di lautan mengalahkan Hiu. Fosil purbakala yang dipajang dalam pendopo itu menjadi salah satu ikon wisata sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan. Pendopo adalah bangunan luas tanpa pembatas ( terbuka) yang berdiri kokoh di depan Pelabuhan Sikeli Pulau Kabaena Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara. Konon Paus Raksasa ini ditemukan oleh warga Tokotu'a. Warga Tokotu'a merupakan penduduk asli Kerajaan Moronene. Daging ikan Paus itu menjadi sajian bagi warga Tokotu'a yang saat itu warga masih hidup dalam kondisi serba terbatas, bahkan kelaparan...