Skip to main content

Pulau Indo Dengan Sejuta Pesona

azchri-fotoart

Sejenak lelah ini dihempas angin nansejuk dengan begitu cepat. Hamparan pasir putih mengelilingi pulau kecil di tengah Samudera ini membuat kita melongo, terdiam tapi tersenyum tatkala kaki beranjak turun dari kapal viber, lalu menyentuh pasir yang lembut itu. Benar-benar indah kawan. Inilah Pulau Indo dengan sejuta pesonanya yang belum banyak diketahui oleh wisatawan. Pulau Indo adalah Pulau kecil dengan ukuran 350 m x 75 m. Pulau indo terletak pada gugusan kepulauan tiworo, sebelah barat pulau muna,Sulawesi Tenggara. Koordinat GPS : -4° 40' 52.10" S 122° 25' 50.20" E . Kini Pulau yang eksotis ini sah menjadi milik Kabupaten Muna Barat setelah pisah dengan Muna (Kabupaten Induk).
antonlaeti-foto

Pasir putih bukan satu-satunya mutiara indah yang dimiliki pulau tanpa penghuni ini, tapi panorama alam berupa hutan pinus, pohon nyiur yang menjulang dengan tangkai daun yang terhempas searah hembusan angin sangat memukau. Begitu juga dengan pesona ombaknya benar-benar mikat tak tertara hingga kita merasa sedang menyelami kolam surga. Kenikmatan ini melenyapkan rasa gundah tatkala jiwa resah ditengah kebisingan ruang sosial yang tak harmonis. Sederet vila dan gasebo berdiri kokoh tanpa dinding itu menjadi sarana untuk merenggangkan badan saat rehat bermain ombak dan pasir putih. Hingga menjelang petang, pandangan disuguhkan dengan eksotisme sunset yang membuat jiwa damai sentosa. Benar-benar kita merasakan kebahagiaan yang paripurna kawan.
antonlaeti-foto

Negeri maritim (Indonesia) dengan sejuta pesona ini menjadi isyarat bagi kita untuk menabur rasa cinta terhadap lingkungan. Panorama alam yang membentang di sepanjang Nusantara ini adalah nikmat dan anugrah Tuhan Yang Esa yang wajib disyukuri, menjaga dan melestarikannya. Alam bisa menjadi murkah tatkala kita bertindak kasar, merusaki pohon, menambang pasir tampa etika, merusaki karang dan biota laut lainya dengan ganas. Ini perilaku tak beradab hanya karena provit. Bumi ini harus diselamatkan dengan sentuhan tangan yang lembut-selembut telapak tangan wanita. Jika tidak, maka kita bakal ditelan bumi satu-satu bahkan negeri dengan sejuta pulau ini enggan dikunjungi para peselancar dari negeri sebelah.
salehlaode-foto

Pulau Indo salah satunya. Entah mengapa; nyaris tak menemukan kata lagi untuk melukiskan indahnya pulau ini. Kendati belum didukung dengan infrastrur yang memadai, setidaknya kita tidak begitu sulit untuk menjangkau pulau di perairan yang menjadi lintasan Takabonerate Pulau Selayar Sulawesi Selatan ini. Muna Barat yang baru mekar kurang lebih 2 tahun lalu kini menjadi salah satu daerah tujuan wisata.
foto dokumentasi fdc unhas

Pemerintah daerah yang kini di pimpin oleh Laode Muhammad Rajiun Tumada mulai membenahi infrastruktur pendukungnya. Setumpuh harapan yang diamanatakan kepada sang PELOPOR itu segera menyulap daerah ini menjadi daerah sejuta potensi. Ia telah memulainya dengan meresmikan Bandar Udara Sugimanuru sebagai lalulitas udara. Suatu keberpihakan yang dapat menggerakkan perekonomian daerah, bahkan memudahkan wisatawan mancanegara, dalam negeri dan regional untuk mengunjungi wisata bahari Pulau Indo dan sejumlah wisata lainya.
dokumentasi pribadi iwan

Tunggu apalagi kawan-mari bersama menikmati panorama alam nan indah ini dengan aneka kuliner laut dan kuliner tradisional khas Muna Barat yang menggugah selera. Bagi anda penjelajah wisata regional, anda bisa menggunakan transportasi udara dan darat. Demikian Ilustrasi perjalanan udara anda menuju Pulau Indo . Anda star dari daerah asalnya transit di Bandara Udara Sultan Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan. Dari bandara Sultan Hasanuddin lalu terbang menuju Bandara Sugimanuru Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit . Jika anda star dari Kendari, ada 3 pilihan transportasi yakni tarnsportasi udara dari Bandara Haluoleo langsung mendarat ke Bandara Sugimanuru dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit. Bisa juga lewat kapal cepat viber dari pelabuhan Kendari menuju pelabuahn Raha kab. Muna selama 3 jam berlayar. Lalau naik angkutan umum menuju Tondasi (Muha Barat) selama 3 jam.
arul-foto

Pelabuhan Torobulu Kabupaten Konawe Selatan berlayar selama 3 jam menuju Pelabuhan Tampo. Dari Tampo, anda menggunakan angkutan umum menuju Tondasi dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam. Khsus rute Tampo-Tondasi, anda bisa memilih dua rute yaitu bisa menempuh jalur Lambiku langsung di Tajung Pinang Muna Barat dan jalur Tampo Raha lalu pindah ke angkutan umum Raha-Kabara langsung Tondasi.
azchri-fotoart

Rute ini sedikit lebih jauh dan lama dibandingkan dengan rute Lambiku. Dari Tondasi atau pun Tanjung Pinang, wistawan akan menyebrang ke Pulau Indo dengan menggunakan perahu nelayan dan kapal viber dengan jarak tempuh 20 sampai 30 menit. Dan bagi wisatawan asing dapat terbang dari Negaranya menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin lalu ke Bandara Sugimanuru.
foto dokumentasi fdc unhas

"Menjadi petualang itu adalah cara untuk menunda usia tua. Sebab jiwa selalu damai, bahagia merasakan kemerdekaan seutuhnya. Demikian alam  dengan begitu hebatnya" ***Sahrul


Comments

Unknown said…
Referensinya kern2 gan,
Sangat menarik sekali
sahrul said…
Terima kaksih gan. Mungkin kita bisa berkunjung gan...

Popular posts from this blog

Penerimaan Pendamping Desa 2017

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Jl. TMP Kalibata No. 17 Jakarta Selatan 12740, Telp. 021-7989924 Fax. 021-7974488 Sumber: www.kemendesa.go.id PANDUAN TEKNIS  REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL DALAM RANGKA PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA TAHUN ANGGARAN 2017 I. LATAR BELAKANG Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015 – 2019 mengamanatkan bahwa percepatan pembangunan desa akan dilaksanakan melalui implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam rangka menjalankan urusan di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa maka dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 12 tentang Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi yang mengamanatkan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut. Sebagai tindak lanjut dari amanat tersebut, maka Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi ak...

Sajak Ini Untuk Jokowi

tulisan ini menjadi hak Penaaktual.com Di hadapan yang mulia ia melantunkan doa, bait-bait itu menyusuri hening, menerobos dinding jiwa nan gundah. Indonesia merdeka-72 tahun bumi pertiwi lepas dari belenggu kolonialisme adalah seuntai kalimat dalam doa suci Tifatul Sembiring memecah gendang telinga yang mulia Presiden, menyusuri relung hati yang sedang menyapa Tuhan, lalu gaduh. Tifatul tetap melantun-memohon berkah sang khalik agar Indonesia baik-baik saja, juga permohonan agar Jokowi bisa segera gemuk dari postur yang kurus. Adalah lantunan doa yang mungkin membingungkan Tuhan karena Dia maha mengetahui atas ketulusan hambanya dalam memohon berkah. Allah maha besar, kepadaMu lah sumber kebenaran, engkau pulah lah yang mengetahui doa Tifatul yang mungkin ia sedang menghina Jokowi berbalut doa suci itu. Ampunilah dosanya jika hatinya menyimpan kebencian terhadap Presiden Jokowi. Dan ini adalah dugaan  hinaan kedua setelah Muhammad Syafii. Di hadapan hadirin-yang terhormat ju...

Eksotis, Misteri Fosil Paus Mengukir Peradaban Tokotu'a

Benar-benar memukau. Nyaris saja tak menemukan kata untuk melukiskan eksotisme fosil ikan Paus dalam museum itu. Struktur rangka tulang belulangnya masih tersusun rapih dengan panjang mencapi 20 meter dan lebar 3 meter. Sungguh menakjubkan tatkala kita membayangkan  ikan raksasa itu disaksikan secara langsung sewaktu masih hidup. Mungkin Paus adalah Raja dalam spesies ikan. Selain itu, Paus adalah pembunuh dan menjadi predator ganas di lautan mengalahkan Hiu. Fosil purbakala yang dipajang dalam pendopo itu menjadi salah satu ikon wisata sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan. Pendopo adalah bangunan luas tanpa pembatas ( terbuka) yang berdiri kokoh di depan Pelabuhan Sikeli Pulau Kabaena Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara. Konon Paus Raksasa ini ditemukan oleh warga Tokotu'a. Warga Tokotu'a merupakan penduduk asli Kerajaan Moronene. Daging ikan Paus itu menjadi sajian bagi warga Tokotu'a yang saat itu warga masih hidup dalam kondisi serba terbatas, bahkan kelaparan...